Woman Only ! Ini Mitos Seputar Bra yang Sering Kita Dengar

1057 views
Berakhir 28 Oktober 2016

Duniaberkata.com – Beragam mitos seputar bra muncul di antara kaum wanita. Beberapa mitos terdengar sangat nyata, hingga sulit untuk dibedakan apakah hanya mitos atau fakta. Namun, sebenarnya mitos apa saja seputar bra yang harus Anda ketahui?

Sponsored Ad

bra1_header

 

1. Bra dapat membahayakan kesehatan.
Sebuah studi pada tahun 1999 menemukan bahwa wanita yang tak mengenakan bra memiliki risiko kanker payudara lebih rendah ketimbang wanita yang mengenakan bra. Sejak inilah banyak wanita yang enggan mengenakan bra karena takut dapat mengancam kesehatan mereka.

“Menurut para peneliti, kawat pada bra yang terlalu kencang akan mengimpit kelenjar mammae yang dapat menjebak toksin. Namun, tidak ada bukti ilmiah untuk membela dugaan ini,” ujar Jene Luciani, seorang pakar bra.

2. Mengenakan bra saat tidur membuat bentuk payudara lebih indah.
Ada wanita yang tetap mengenakan bra pada malam hari, beberapa merasa nyaman, dan lainnya memercayai bahwa mengenakan bra saat tidur pada malam hari membuat bentuk payudara lebih indah dan menarik.

“Mengenakan bra yang menopang sesekali sangat membantu, khususnya ketika berolahraga, karena saat itu payudara bergerak ke atas dan ke bawah. Namun, selain itu, tidak ada banyak cara lain untuk menghindarinya,” ungkap Luciani.

3. Bra memiliki ukuran yang sama dan tetap.
Tidak seperti busana lain yang bisa saja memiliki ukuran sama dan seragam, sayangnya, hal demikian tidak terjadi pada bra. “Sayangnya, tidak ada konsistensi ukuran sama sekali. Setiap merek memiliki ‘model pengepasan’ masing-masing. Anda juga bisa memiliki bra dengan ukuran berbeda dari model yang berbeda meski masih satu brand,” jelas Luciani.

4. Ukuran rata-rata bra adalah cup B
Faktanya, menurut Luciani, ukuran rata-rata bra lebih besar dari cup B, yakni sekitar cup C. Namun, permasalahan yang kerap terjadi adalah wanita mengenakan bra dengan ukuran yang tidak sesuai.

“Di tempat penjualan, banyak wanita yang lebih suka menerka-nerka ketimbang mengenakan bra dengan ukuran yang tepat. Para produsen bra tahu betul ukuran mana yang paling laris sehingga mereka mengukuhkannya sebagai ukuran rata-rata,” papar Luciani.

Sponsored Ad

Topik Populer:

Tags: