Kasihan, Ayah Sonya Depari Meninggal Dunia

4805 views
Berakhir 28 Oktober 2016

Sponsored Ad

Kabar mengejutkan datang dari keluarga Sonya Depari, setelah menerima kabar yang mengecam anaknya di media sosial.
Ayahnya meninggal dunia. Informasi ini telah dibenarkan oleh Kapolresta Medan AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto, Kamis (7/4/2016).
Kabar duka ini setelah pemberitaan mengenai anaknya muncul baik di media cetak maupun elektronik memarahi polisi yang menilang mereka usai melaksanakan Ujian Nasional (UN) di Jalan Sudirman, Medan, Sumatera Utara. “Benar, ayah kandung Sonya yang mengaku anak Arman Depari meninggal dunia,” kata Mardiaz. baca : Foto Seksi Sonya Depari
Saat ini jenazah ayah Sonya masih berada di RS Mitra Sejati sebelum dibawa ke kediaman keluarga besar mereka.
Dalam peristiwa ini Sonya mengaku sebagai anak Arman Depari yang ternyata hanya sebagai keponakannya.

“Memang betul, (Sonya) anak saudara saya,” kata Arman Depari. Irjen Arman Depari, Deputi Penindakan BNN meminta maaf ke Polri dan masyarakat.
Permintaan maaf ini disampaikan atas apa yang dilakukan Sonya Depari, siswi SMA yang saat ditertibkan Polantas Medan mengaku anak jenderal.
Arman sendiri menegaskan, dia melakukan pengecekan pada video tentang Sonya yang tersebar, dan setelah dicek memang keluarganya.
“Memang setelah saya dapat informasi saya tegaskan bahwa saya nggak punya anak perempuan, anak saya laki-laki. Dan setelah saya mendapat video kiriman lagi, baru saya tanya kepada keluarga bahwa memang betul, setelah itu kemudian ditegaskan bahwa itu memang keluarga besar saya,” kata Irjen Arman.
Kronologis
Perwira Unit Patwal Satuan Lalulintas Polresta Medan, Inspektur Dua (Ipda) Perida Panjaitan akhirnya angkat bicara.
Akpol tahun 2013 yang sempat dimaki-maki siswi sekolah berinisial SED yang mengaku anak dari Deputi Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderal Arman Depari ini mengaku sama sekali tidak takut dengan SED.

“Kami itu awalnya mau melakukan penertiban saja. Apalagi mereka ini kebanyakan siswa sekolah,” ungkap Perida, Kamis (7/4/2016) siang.

Ia mengatakan, ketika menghentikan mobil Honda Brio yang ditumpangi SED saat konvoi aksi coret-coret baju kemarin, ia sempat meminta surat-surat kendaraan para siswi sekolah tersebut.
Setelah dicek, kata Perida, ternyata surat-suratnya lengkap
“Karena surat-suratnya lengkap, ya saya minta mereka pulang ke rumah. Jadi bukan dilepas. Kita hanya ingin bersikap persuasif saja,” kata Perida.
Ia mengatakan, meskipun SED sempat mengaku sebagai anak jenderal bintang dua, Perida mengaku sama sekali tidak takut.
Karena, kata Perida, ia tengah menjalankan tugas sesuai amanah undang-undang.
“Hal-hal seperti itu sudah biasa terjadi saat saya menjalankan tugas. Jadi enggak ada masalah,” ungkapnya.
Terkait kasus ini, sambung Perida, ia pun telah dipanggil atasannya untuk datang ke Polresta Medan.

Sponsored Ad

Topik Populer: