kisah Nuryati, PRT yang disekap disika majikannya di Pamulang

938 views
Berakhir 28 Oktober 2016

Duniaberkata.com – Nuryati, seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Desa Gondang RT 12/03, Pemalang, Jawa Tengah mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh majikannya. Selama lima tahun, dia harus menjalani masa-masa itu di rumah sang majikan, Aldiyah warga Perumahan Reni Jaya, RT 02/12 Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Sponsored Ad

kisah Nuryati, PRT yang disekap disika majikannya di Pamulang
Tak hanya itu, gajinya selama menjadi PRT tidak pernah diberikan sang majikan. Beruntung, wanita itu akhirnya berhasil diselamatkan warga, Rabu (05/11/2014) sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu sejumlah warga langsung mendatangi rumah Ar, dan mereka menemukan Nuryati gemetaran dengan raut wajah penuh ketakutan terkunci dalam kamar yang gelap di bagian belakang rumah.

Warga makin kaget begitu melihat tubuh Nuryati pernuh dengan bekas luka dan lebam pada seluruh wajah serta bagian tubuh lainnya. Kondisinya mengenaskan di mana mata sebelah kiri Nuryati luka dan mata kanannya merah dengan luka lebam pada bagian kelopak mata serta luka melingkar pada leher bekas jeratan. Nuryati sendiri mulai bekerja di tempat itu sejak usia 15 tahun.

Nuryani (20), korban penyekapan dan penyiksaan selama lima tahun oleh majikan di Perumahan Reny Jaya, Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Dia diselamatkan warga pada Rabu (5/11/2014). (TribunNews)
Nuryani (20), korban penyekapan dan penyiksaan selama lima tahun oleh majikan di Perumahan Reny Jaya, Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Dia diselamatkan warga pada Rabu (5/11/2014). (TribunNews)
Warga pun melaporkan kejadian itu ke Mapolsektro Pamulang. Nuryati lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati untuk menjalani visum.

“Kita dapat kabar kalau ada pembantu yang disiksa, kabar dari ibu-ibu waktu lihat dia (Nuryati-Red) belanja sayur. Tahu begitu kita datangi langsung,” tegas Ahmad Syaifurkoni, Ketua RT 02/12 Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan usai menyelamatkan Nuryati.

“Siang kita datang kondisi rumah kosong, kita teriak-teriak dari luar, tapi nggak ditanggapi. Kita datang lagi sore, yang keluar anaknya yang punya rumah, dibilangnya Nuryati udah pulang kampung. Nah malem ini baru kita jagain lagi, kita pergoki majikannya, tadinya nggak mau kasih lihat, kita lihat bener sudah babak belur,” tambah Ahmad sebagaimana dilansir TribunNews.

Sementara itu, Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Selatan, Ipda Nunu mengungkapkan pihaknya telah meminta keterangan Nuryati sekaligus sang majikan.

“Awalnya dia (pelaku-Red) berkilah, tapi akhirnya mengaku kalau dia menyiksa korban karena kesal. Bukan cuma dipukul, korban juga disekap dan tidak diberi makan-minum kalau melakukan kesalahan,” jelasnya, Kamis (06/11/2014).

Selain luka fisik, lanjut Nunu, korban mengalami trauma berat karena penyiksaan. ”Korban menderita luka pada beberapa bagian tubuh, diantaranya luka lebam di mata sebelah kanan, lecet pada bagian leher, kening, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Kami sudah kordinasikan dengan pihak medis untuk dilakukan pemeriksaan tubuh bagian dalam dan terapi psikis pada korban,” katanya.

Sponsored Ad

Topik Populer:

Tags: